Ikhtisar perjalanan AfrikaMengapa Afrika menjadi salah satu kawasan wisata terkaya di dunia
Afrika menawarkan perpaduan langka antara satwa liar, sejarah kuno, pemandangan gurun, pulau-pulau tropis, pendakian gunung, ekosistem hutan hujan, budaya makanan, musik, arsitektur, dan kota-kota pesisir. Satu perjalanan dapat fokus pada satu negara, seperti Maroko, Mesir, Kenya, Tanzania, Afrika Selatan, atau Ghana, atau menggabungkan beberapa tujuan terdekat melalui penerbangan regional dan perbatasan darat.
Rencana perjalanan terbaik bergantung pada apa yang paling diinginkan wisatawan. Wisatawan safari sering membandingkan kenya, tanzania, botswana, namibia, Rwanda, Uganda, Zambia, Zimbabwe, dan Afrika Selatan. Wisatawan pantai dapat melihat seychelles, mauritius, cabo verde, Zanzibar, Mozambik, Tunisia, Maroko, Mesir atau Gambia. Wisatawan budaya mungkin fokus ke Mesir, Etiopia, Maroko, Ghana, Senegal, Mali, Tunisia, Aljazair, Benin, atau Afrika Selatan. Wisatawan gurun dan darat sering mempertimbangkan Namibia, Maroko, Mauritania, Chad, Sudan, Mesir, dan Aljazair.
Sebelum memilih rute, wisatawan sebaiknya mengecek proses masuknya. Beberapa negara Afrika mengoperasikan platform eVisa; beberapa memerlukan Otorisasi Perjalanan Elektronik; beberapa mengeluarkan visa pada saat kedatangan; beberapa mengizinkan masuk bebas visa kepada pemegang paspor tertentu; dan lainnya masih memerlukan persetujuan kedutaan atau sponsor sebelum melakukan perjalanan. Rencana perjalanan yang kuat dimulai dari tujuannya, namun baru menjadi praktis jika rute visa, peraturan kesehatan, penerbangan, dan transportasi lokal sudah dikonfirmasi.